Takdir dan Keyakinan (2)
Ya! tentu banyak alasan kenapa sistem di dunia kita hidup "dibuat" berbeda-beda. Perbedaan itu membawa keindahan dan juga ujian kebinasaan. Namun, lebih dalam kita memahami "perbedaan", semua dari itu berisi "pembelajaran".
Keyakinan.
semua orang, bebas menentukan keyakinannya. Kalian benar-benar bebas, itulah salah satu keunggulan Manusia. Ada yang berkeyakinan Atheis, Nasrani, Yahudi, Islam, Buddha , Hindu. Beserta turunan-turunanya.
Ingat, ada 3 keyakinan terbesar di dunia saat ini .Nasrani, Yahudi, dan Islam yang biasa disebut Agama Langit sedangkan Agama bumi ialah Buddha dan Hindu.
Sebelum itu, bagi yang berkeyakinan Atheis. Yang tidak percaya Takdir, apalagi Tuhan. Berpikirlah kembali, telitilah kembali. Jangan mudah termakan kata-kata sajak indah para motivator itu. Atau rangkaian kalimat-kalimat yang masuk akal buatan para novelis.
Semua keyakinan, dan yang percaya Tuhan, mereka sepakat bahwa adanya Dunia lagi setelah kematian. Singkatnya, Surga dan Neraka akan kita tinggali berdasarkan kebaikan kita di dunia yang kita tinggali saat ini. Maka, mari kita perdalam.
Atheis sendiri pemahaman Logika menurut saya. Benar ? saya tak percaya Agama apalagi Neraka dan Surga. Begitu singkatnya arti Atheis itu sendiri.
Kalau memang Surga dan Neraka itu ada, bagaimana bisa membuktikan keberadaannya (wujudnya) ?
Apa definisi Agama ? Agama ialah cara hidup. Seperti apa cara kita menjalani kehidupan ini. Ramai orang bercakap "saya telah lahir, saya bebas, saya akan coba semuanya".
Sebagai contoh, seseorang masuk hutan buat pertama kalinya. Ia tidak tahu sama sekali buah-buahan di sana beracun atau tidak. Kalau ia mulai memakan semua buah disana. Mungkin akhirnya dia akan makan buah beracun dan akhirnya ia mati.
Apa yang seharusnya ia perbuat ? Ia mesti bertanya pada pakarnya. Betul ?
Bila sesorang sakit maka semestinya ia menjumpai siapa ? Dokter. Kenapa ? Karena dokter mahir mengobati penyakit. Betul ? Seseorang tak bisa berkata " Saya manusia, saya akan merawat diri saya sendiri." Tidak bisa!
Jika sesorang tidak tahu, hendaklah ia bertanya pada yang lebih tahu/pakarnya. Siapa pakarnya ? Yang menciptakan kita. Siapa yang menciptakan kita ? Tuhan Yang Maha Berkuasa.
Jika melihat arti Agama menurut kamus Oxford. Agama ialah kepercayaan kepada kuasa Supernatural yang mengawal. Apa yang terdapat pada Kamus Oxford bermakna kepercayaan kepada kuasa supernatural yang mengawal terutama sekali Tuhan yang satu atau dewa-dewa yang berhak dipatuh dan disembah.
Kembali pada pertanyaan "Bagaiman membuktikan adanya Neraka dan Surga?" Dengan percaya akan Surga dan Neraka, secara tidak langsung juga percaya dengan kehidupan setelah kematian. Benar ?
Adakah mencuri itu baik atau buruk ? seseorang menjawab "mencuri itu buruk". Sekarang,saya tanya secara logika. Andaikan ada Mafia besar (secara andaian). Ia adalah pencuri kelas besar. Buktikan pada saya secara logika dan saintifik kenapa mencuri itu buruk untuk si pencuri ? dan bila kalian bisa menjawab, maka pencuri itu akan berhenti berbuat demikian. Beri satu saja sebab, tak perlu banyak. Hanya satu saja sebab kenapa mencuri buruk untuk si pencuri ?
"Mencuri adalah hal yang dapat menyakiti orang lain." ? lantas apa efek dari itu terhadap si pencuri ? kalau ia mencuri 1000 dolar, justru memberi manfaat baginya. Si pencuri bisa menonton film, ia bisa pergi ke hotel bintang 5. Kalau si pencuri menyakiti orang yang di curi hartanya. Adakah si pencuri merasa disakiti ?
Buktikan kalau mencuri buruk bagi si pencuri. Pencuri itu tidak peduli dengan orang lain. Kenapa mencuri buruk bagi pencuri ? kalau si pencuri mengambil 1000 dolar apakah akan menyakiti dia sendiri ? Tidak masalah, pencuri itu orang yang tidak peduli. Si pencuri masih bisa menonton film, makan kentaki, tinggal di hotel bintang 5. Apa rugi bagi si pencuri ?
"Masyarakat tidak akan mengormatinya ?" tidak masalah bukan ? si pencuri masih bisa tinggal di hotel mewah dan melakukan apapun dengan hasil curiannya. Ingat, pencuri itu Mafia besar dan tidak peduli orang lain. Apa bedanya masyarakat hormat atau tidak terhadapnya ? Meski ratusan ribu orang meninggal dunia ? apa bedanya buat si pencuri ?
Mungkin kalian akan menjawab "Polisi akan menangkapnya!". Sebabnya karena logik dan masuk akal. Betul ?
Tapi ingat, pencuri itu ialah Mafia Besar. Ia seorang mafia yang berkuasa. Polisi sudah ada di dompetnya, Menteri sudah ada di sakunya, begitu juga undang-undang. Ia berkuasa. Bagaiman polisi akan menangkapnya ?
"Mungkin sesorang akan mencurinya karena ia mencuri?" Tidak ada yang dapat mencurinya karena ia punya ribuan pengawal. Ia sungguh Mafia besar, ribuan AK-47 di tangan pengawal pribadinya. Pencuri kecil mungin masih bisa tercuri. Tapi ia Mafia Besar.
Secara logika, kalian sudah tidak bisa membuktikan bahwa mencuri itu buruk. Dengan semua sains dan teknologi, kalian tidak bisa membuktikan bahwa mencuri itu salah.
Saat ketidaktahuan muncul itulah kita perlukan Sang Pencipta untuk memberi tahu. Kamu perlu dokter untuk memberitahu buah mana yang beracun dan tidak. Tapi tiada dokter yang lebih hebat dari Tuhan.
Secara logika, sudah tidak ada yang dapat melukai Mafia Besar itu. Tapi saya akan tanya satu pertanyaan sederhana.
Bukankah perlu ada keadilan ?
Keadilan.
Seseorang perlu menghukumnya atau tidak ? Undang-undang ? tapi tidak semua terhukum karena undang-undang. Adilkah ? ada banyak mafia di italy dan penjajah di India. Mereka kebal akan undang-undang.
Tapi kita sebagai manusia biasa perlu adanya keadilan. Mencuri, tapi tidak terkena pidana apapun, memperkosa pun tidak terkena hukuman apapun. Bukankah pencuri itu perlu di hukum ? Ya atau Tidak ? Ya.
Tapi mereka jutawan, mereka kaya. Mereka kebal hukum. Tapi kita perlu adanya keadilan. Jika tidak ada kehidupan sesudah kematian. Hidup ini tidak adil. Tuhan kita, Tuhan yang Maha berkuasa akan berikan keadilan.
Jika tidak ada kehidupan setelah kematian ( Surga dan Neraka ) kalian tidak bisa membuktikan bahwa si pencuri bersalah dan menyesali perbuatanya. Jika tidak ada kehidupan setelah kematian, tidak ada yang bisa membuktikan bahwa pencuri itu bersalah. Mother Theresa ataupun Mahatma Gandhi tidak bisa membuktikan kalau mencuri itu salah tanpa konsep kehidupan setelah kematian.
Saya akan tanya kalian lagi, Hitler. Menurut sejarah, Hitler membunuh 6 juta orang Yahudi. Andaikan undang-undang berjaya menangkap Hitler, hukuman apa yang seharusnya di berikan pada Hitler ? supaya dapat membalas perbuatan dia ?
Dia telah membakar 6 juta orang Yahudi hidup-hidup. Hukuman apa yang setimpal ?
Masukan penjara hingga dia mati ? adakah itu setimpal dengan membakar 6 juta orang Yahudi ? Mana yang lebih baik antara di bakar hidup-hidup atau masuk penjara ? tentulah masuk penjara.
Maksimal yang bisa kita lakukan adalah membakar Hitler hidup-hidup. Tapi apakah setimpal ? Dengan seorang Hitler dibandingakan 6 juta rakyat Yahudi ? apa undang-undang yang bisa kamu buat agar dapat adil terhadap apa yang dilakukan Hitler ?
Tapi yang percaya Tuhan, percaya Surga dan Neraka. Itulah tempat pengadikan Tuhan, agar dapat mengadili manusia berdasarkan tindakanya. Tuhan bisa membakarnya, dan mengganti dengan kulit yang baru, lalu membakarnya lagi. Tuhan bisa lakukan itu 6 juta kali, 12 juta kali. Bukan di sini, tapi di neraka.
Tanpa konsep Surga dan Neraka, kita tidak bisa membuktikan bahwa mencuri itu salah dan itu berbuatan Jahat. Sebab itulah Pencipta kita, Tuhan Yang Maha Berkuasa yang telah menciptakan manusia memberikan aturan pada kita. Mana yang Baik dan yang Buruk. Inilah yang disebut sebagai Agama.
Pilihan Ada pada Kalian (1)
Banyak yang ingin saya ceritakan, namun rasanya tak akan cukup jika hanya dalam satu waktu. Jadi, bersama-sama kita perdalam. Sama-sama kita 'bedah' sistem yang kita jalani saat ini. Satu demi satu.
Hingga semoga, kita pulang dalam keadaan Merdeka yang Benar. Apapun yang tertulis mulai dari sekarang, bukanlah kesempurnaan. Karena saya pun manusia, kesempurnaan hanya milik Tuhan (untuk yang percaya akan adanya Tuhan). Namun, semua yang tertulis bukan sekedar kekosongan, mesti di pahami maknanya dan pasti ada yang bisa diambil.
Singkat cerita, mari mulai !

